March 28, 2014
Petualangan dan Tantangan Dalam Pernikahan Petualangan dan Tantangan Dalam Pernikahan

0bc1ce639c7a3531861d06fe5c7a2570

026a3a8a70dbe8e96dd0e8fe696d2cf2

259bd82022e88a400cc6bbacf82f8f2a

e9614e68c4c526a1bc52df542c4b1448

 

 

Pernikahan adalah ikatan suci yang dilakukan oleh dua sejoli yang saling mencinta.Di awal pernikahan, semua mungkin tampak indah.Padahal, tantangan dalam kehidupan pernikahan sangat besar dan tidak bisa dipandang remeh.Meskipun begitu, tantangan memang sebaiknya dihadapi, bukan dihindari.Semua pasangan muda yang baru menikah biasanya mengalami masa-masa penyesuaian yang cukup sulit.Namun bukan berarti saat-saat sulit itu tak bisa dilewati.

Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan jika Anda dan kekasih berniat melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius. Pasalnya jika Anda memang sudah mantap untuk menikah, setidaknya ada 5 tantangan pernikahan yang akan Anda hadapi berikut ini :

 

Komunikasi

1d6adc78f5a8aece136b6c4f45b9f9e3

Dari survei yang dilakukan oleh Sheknows secara online, banyak pasangan yang menganggap, komunikasi adalah tantangan paling besar dalam sebuah hubungan. Dr. John Gray, penulis buku ‘Men are From Mars, Women are From Venus’ mengungkap bahwa otak pria dan wanita sangat berbeda. Hal itu mengakibatkan cara berpikir mereka juga berbeda.Dari segi kemampuan berbahasa, juga alur logikanya pun berbeda.Inilah yang membuat banyak pasangan tak mampu membuat jalur komunikasi yang lancar.Hal itu kemudian berpengaruh pada kehidupan rumah tangganya.

Berkomunikasilah dengan baik, karena tantangan dalam berkeluarga ada pada perbedaan pendapat.Bahkan tak jarang perbedaan agama, suku, ras, budaya bisa memperparah kondisi rumah tangga.Anda berdua perlu melatih komunikasi ini sebelum yakin untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan.

 

Masalah keuangan

Banyak pasangan yang sudah membicarakan keuangan sebelum menikah, karena menyadari pentingnya masalah ini ketika mereka sudah bersatu dalam hubungan pernikahan. Namun sesering apa pun pasangan membahas keuangan saat masih pacaran, atau seberapa sering perempuan mendiskusikannya dengan suami saat sudah menikah, keuangan tetap menjadi masalah besar dalam pernikahan.

Baik Anda maupun suami memiliki tata cara mengatur masalah finansial yang berbeda.Tak jarang perbedaan itu menjadi sumber pertengkaran.Untuk menyelesaikannya, butuh kompromi yang baik antara Anda dan suami.Untuk memulai pembicaraan mengenai keuangan tanpa menyinggung perasaan, masing-masing pasangan harus bersikap fleksibel. Misalnya salah satu dari Anda tengah menghadapi masalah di kantor seperti perampingan karyawan, maka Anda dan suami perlu saling menyesuaikan perubahan gaya hidup.

 

Keluarga

7e7513fcfe5ef2e5d9596a294e3b4864

Masalah kedua yang sering menjadi bahan pertengkaran dalam rumah tangga adalah keluarga, khususnya dalam menghadapi mertua atau saudara ipar.Ini termasuk masalah klasik.Tidak sedikit perbedaan pendapat yang dialami istri dengan ibu mertua yang akhirnya memicu perceraian.

Bagaimana ketika ibu mertua terlibat terlalu jauh dalam rumah tangga Anda, atau bagaimana pembagian waktu untuk mengunjungi keluarga masing-masing, sering menjadi isu sensitif dalam pernikahan.

Banyak pasangan masih mendiskusikan masalah mereka dengan orang tua. Kebiasaan buruk ini tidak akan membuat pasangan suami-istri menjadi dewasa untuk menjalani rumah tangga mereka. Baik suami maupun istri harus lebih sensitif andaikan suami sangat dekat dengan saudari perempuan atau ibunya, meskipun kedekatan (atau ketergantungan?) itu membuat Anda kesal. Sejauh mana Anda bisa menembus batasan-batasan, sehingga Anda bisa mendapatkan apa yang Anda inginkan, dan begitu pula dengan suami Anda

Sebaliknya, komentar dan masukan dari orang lain, terutama orang tua, justru akan semakin memperkeruh konflik antara Anda dan pasangan. Seringkali perempuan masih sulit melakukan hal ini.Misalnya, Anda merasa dianggap tidak becus mengasuh anak jika setiap kali ibu mertua mengambil alih anak-anak dari tangan Anda.Namun, sebagai perempuan Anda sulit mengekspresikan ketidaksetujuan itu, dan memilih diam sambil cemberut sepanjang hari. Pria tidak akan bisa membaca pikiran Anda. Jadi, lebih baik Anda menyampaikan keberatan-keberatan Anda, sekaligus mencari solusi yang tidak menyakiti siapa pun.

Alangkah baiknya jika Anda dan pasangan dapat memecahkan masalah itu sendiri dan tidak melibatkan orang lain. Kuncinya adalah pada komunikasi yang terbuka.

 

Kepercayaan

Masalah kepercayaan adalah tantangan terbesar kedua dalam sebuah pernikahan.Banyak pasangan yang belum saling percaya, walau ikatan suci pernikahan telah mengikat mereka. Menumbuhkan rasa saling percaya antar suami istri pun butuh waktu yang cukup lama.
Selama menjalani pernikahan, Anda tak pernah dilibatkan untuk melakukan sesuatu. Tak jarang, kurang aktifnya Anda dalam hal itu malah disalahkan oleh sang suami. Hal ini akan semakin buruk jika Anda dan pasangan memiliki budaya yang berbeda. Misalnya suami Anda berasal dari Sumatera yang biasa berbicara dengan suara keras, sedangkan Anda dari Jawa yang cenderung memiliki intonasi bicara yang lembut. Suara keras suami akan selalu Anda anggap sebagai kemarahan, padahal tak selalu begitu.
Untuk itu bukalah hati Anda untuk berkomunikasi dengan pasangan. Yang Anda harus lakukan adalah melihat saling melihat sisi positif dari pasangan, kenali dia, bukannya berprasangka buruk.

 

Anak

0e3eb3f27fa2635020a3ff3d0fb38027

Kita hidup dalam masyarakat yang mengagungkan (kepemilikan) anak.Pasangan menikah dituntut untuk punya anak; kalau tidak, dianggap belum lengkap. Kemudian ketika mempunyai anak, orangtua selalu menerapkan pengasuhan “helikopter”, di mana orangtua bersikap terlalu protektif sehingga mengatur keperluan anak sampai ke hal-hal terkecil. Padahal, cara pengasuhan seperti ini justru bisa mengacaukan hubungan Anda dan suami.

Masalah ini bisa berkembang ketika Anda dan suami punya nilai-nilai yang berbeda dalam mendidik anak.Misalnya, Anda ingin anak bersekolah di sekolah internasional yang menggunakan bahasa asing, sedangkan suami ingin menyekolahkan anak di sekolah negeri supaya tetap “membumi”.Masalah tersebut cukup sensitif untuk dibahas bagi para pasangan suami istri, terutama mereka yang baru saja menikah dan memiliki anak pertama.

Perbedaan keinginan ini mencerminkan bagaimana pernikahan Anda akan berlangsung ketika kehadiran anak-anak justru mengubah hubungan Anda berdua. Hal ini makin diperburuk jika Anda memiliki perbedaan agama dan budaya.

Untuk menghindari perdebatan ini, Anda harus saling menyesuaikan diri dengan pandangan masing-masing.Suami dan istri biasanya punya tabungan sendiri untuk memenuhi kebutuhan pribadi.Namun kalau sudah menyangkut anak, mereka mau mengumpulkan uangnya untuk membiayai buah hati bersama-sama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments

REcent News

REcent Post

Latest From Gallery

Newsletter Powered By : XYZScripts.com
'